Penyakit Jantung Rematik

Halaman ini ditelusuri dengan pencarian: khasiat gamat untuk jantung rematik, khasiat gamat gold untuk jantung rematik, khasiat jelly gamat gold untuk jantung rematik

Keampuhan Jelly Gamat Gold untuk menterapi berbagai penyakit jantung terkhsus jantung rematik, sudah banyak dibuktikan baik secara fakta di lapangan maupun secara laboratorium. Bagi Anda yang ingin menambah literatur akan khasiat gamat untuk jantung rematik silahkan simak artikel di bawah ini. Kami tampilkan kepada Anda sebuat artikel yang mengulas akan manfaat dan khasiat gamat gold untuk jantung rematik.

Sebuat majalah terkenal, MAJALAH TRUBUS banyak sekali mengulas akan khasiat dan manfaat gamat untuk berbagai penyakit berat. Di bawah ini kita nukilkan khusus akan khasiat jelly gamat gold untuk jantung rematik. Bagi anda yang saat ini lagi mengidap penyakit jantung, silahkan simak pemaparan dan pengakuan dari orang-orang yang pernah merasakan khasiat gamat untuk penyakit jantung terkhusus khasiat gamat gold untuk jantung rematik

 

BATAL OPERASI SETELAH ASUP GAMAT
( Trubus, 01 July 2007 )

Tak ada jalan lain untuk menyelamatkan Gusti Ngurah Prayana Putra Dalem, selain operasi. Dokter mendiagnosis bocah berusia 14 tahun itu mengidap jantung rematik. Operasi bertujuan memasang katup jantung buatan. Setelah operasi, sepanjang sisa hidupnya, Gusti harus disiplin meminum obat pengencer darah.

Penyakit maut itu datang dengan isyarat radang tenggorokan. Dalam setahun, radang tenggorokan 3 kali menyerang Gusti. Setelah berobat ia sembuh. Tetapi, beberapa bulan kemudian kena lagi, kata Endah Sulistyowati, ibundanya. Pada Juli 2006, Gusti menjalani masa orientasi di SMP. Saat itu, ia mengeluh mudah lelah. Karena mudah lelah, ia jadi lebih sering diam. Mukanya juga kadang terlihat pucat, tutur Endah.

Gejala itu berlanjut hingga Agustus 2006. Sayang, saat itu Endah tidak sempat membawa Gusti berobat ke dokter karena sibuk mempersiapkan perayaan ulang tahun pura tempatnya beribadah. Malam, tanggal 18 Agustus 2006, Endah mulai curiga ada yang tidak beres dengan jantung Gusti. Jantungnya berdegup kencang, tidak seperti biasanya.

Endah meletakkan tangannya di atas dada Gusti. Terasa seperti meloncat-loncat karena degupannya yang keras. Muka Gusti pucat. Padahal siang harinya ia begitu bersemangat ikut panjat pinang dalam perayaan 17 Agustusan, tutur Endah. Akhirnya, Gusti dibawa ke Rumahsakit Triadipa, Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Hasil pemeriksaan dokter, ada kelainan jantung. Gusti mengidap penyakit jantung rematik. Pilihannya hanya satu: dirawat di rumahsakit hari itu juga. Ada kelainan yang membuat katup jantung tidak membuka dan menutup secara sempurna.

Setelah berembuk dengan dokter, pada 26 Agustus Gusti dirujuk ke Rumahsakit Pusat Pertamina. Di sana, perawatan Gusti melibatkan 3 dokter yakni dokter anak, dokter spesialis jantung, dan dokter spesialis jantung anak. Serupa dengan diagnosis dokter di Rumahsakit Triadipa, Gusti mengidap penyakit jantung rematik.

Operasi Katup

Dari pemeriksaan ekokardiografi diketahui kebocoran jantungnya mencapai 50%. Mau tidak mau, Gusti harus dioperasi untuk mengganti katup jantungnya. Rasanya seperti disambar petir. tidak menyangka separah itu keadaannya, kata Endah. Dokter menawarkan pilihan katup dari jaringan hewan atau logam.

Ukuran katup dari jaringan hewan terkadang kurang pas dibandingkan logam yang dapat diukur secara tepat. Jika memilih logam, pascaoperasi Gusti harus mengasup obat pengencer darah seumur hidup. Ia ragu dengan pilihan operasi yang harus dijalani anaknya. Minum obat harus tiap hari dan tepat waktu. Saya rasa anak saya tidak akan bisa menjalani itu, paparnya. Sambil menunggu perkembangan kesehatannya, Gusti tetap dirawat di rumahsakit.

Penyakit jantung rematik umumnya menyerang penderita berusia 5-15 tahun. Penderita mengalami penyempitan katup jantung. Penyakit yang juga dikenal sebagai demam rematik itu dipicu adanya radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptococcus yang tergolong bakteri gram positif.

Menurut dr Subagjo, Sp BTKV, dokter spesialis bedah thoraks dan kardiovaskuler, penyakit radang tenggorokan berulang yang tanpa perawatan memadai memicu penyakit jantung rematik.

Katup menjadi kaku, istilahnya stenosis. Bisa juga terjadi insufi siensi katup. Efeknya katup tidak bisa membuka atau menutup sempurna, kata dokter yang bertugas di Rumahsakit Saiful Anwar, Malang itu. Kondisi katup yang tidak normal menyebabkan denyut jantung meningkat. Volume darah pun meningkat dan mengakibatkan jantung membesar. Selain mudah lelah, penderita sesak napas.

Ketika kondisi katup tidak memungkinkan bekerja normal, operasi menjadi satu-satunya jalan kesembuhan. Pascaoperasi penggantian katup dengan logam, pasien diwajibkan rutin mengasup obat pengencer darah. Kontak dengan logam membuat darah mengental, ujar Subagyo. Tak heran jika pasien harus mengkonsumsi obat antikoagulan-antipenggumpalan-seumur hidupnya.

Batal Operasi

Enam hari sejak anaknya masuk rumahsakit, suami Endah, I Gusti Made Pura, menemukan majalah Trubus yang memuat khasiat ekstrak teripang untuk kesehatan jantung di internet. Bergegas ia menelepon Endah yang tengah menjaga Gusti di rumahsakit. Beli secepatnya, kata Endah menirukan ucapan Made. Saat itu juga, Endah membeli 2 botol gamat-nama teripang di Malaysia-yang langsung dibawanya ke rumahsakit.

Setiap pagi dan petang, Endah memberikan sesendok makan gamat kepada Gusti. Begitu pula sore hari setelah magrib. Ia melakukannya diamdiam. Takut ketahuan dokter. Dokter pasti melarang asupan selain obat dokter, tutur Endah. Seminggu kemudian, perubahan mulai terlihat. Tekanan darah Gusti meningkat. Sehari Gusti menjalani pemeriksaan tekanan darah 4 kali. Nilai tekanan darah yang semula tidak beranjak dari 100/0-100/20 mmHg, meningkat menjadi 100/20-100/40 mmHg.

Kondisi membaik mendorong Endah untuk membawa Gusti pulang. Sederet catatan membaiknya kesehatan Gusti dilihat dari bobot tubuh yang sudah kembali normal yaitu 50 kg. Ketika pertama datang bobot tubuhnya hanya 42 kg. Leukosit yang mencapai 23.000 ?l juga menurun hingga mendekati normal yaitu 8.000 ?l-normal 5.000 ?l. Selain itu, tekanan darahnya juga normal 110/80 mmHg. Akhirnya dokter memberikan izin pulang dengan catatan melakukan kontrol.

Melihat perkembangan Gusti, Endah menambah frekuensi konsumsi gamat menjadi 1 sendok makan 3 kali sehari. Sepekan kemudian, Gusti kembali ke rumahsakit untuk kontrol. Tes ekokardiografi kembali dilakukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan jantung Gusti normal. Dokter juga tidak percaya. Diberi obat atau makanan apa, Bu? kata Endah menirukan pertanyaan dokter. Leukositnya juga normal 5.000 ?l. Mukjizat kali, dok, jawab Endah sambil tersenyum. Endah semakin yakin dengan kesembuhan Gusti setelah kontrol kedua pada 1 Oktober 2006. Dokter pun hanya memberikan vitamin C. Untuk menjaga stamina, sampai hari ini Endah tetap memberikan 1 sendok gamat tiap hari kepada Gusti.

Teripang diduga membantu kesembuhan Gusti karena efek penghambat bakterinya. Riset teripang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dilakukan Prof Ridzwan Hashim dan rekan di bawah Department of Biomedical Sciences, University Kebangsaan Malaysia, Kualalumpur. Dalam penelitian itu, teripang jenis Holothuria atra dan Bohadshia argus ternyata mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Itu karena phosphate-buffered saline (PBS) yang dikandung keduanya. (Kiki Rizkika)


Tags: khasiat gamat untuk jantung rematik, khasiat gamat gold untuk jantung rematik, khasiat jelly gamat gold untuk jantung rematik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
www.jellygamatgold.net
Pilihan Bahasa